Pengunjung

Kamis, 03 Oktober 2013

Asal-usul cerita Aksara Jawa

ha na ca ra ka

Ana utusan (ada utusan)

da ta sa wa la

Padha kekerengan (saling berselisih pendapat)

pa dha ja ya nya

Padha digdayané (sama-sama sakti)

ma ga ba tha nga

Padha dadi bathangé (sama-sama mejadi mayat)

Aji saka adalah seorang pemuka dari Caka (india), awal mulanya datang ke Jawa karena ddengar berita bahwa di Jawa ada seorang raksasa yang sukanya memakan manusia, setelah sampai di Jawa Aji Saka bersama pengawalnya Dora dan Sembadra yang selalu setia. setelah tiba dihutan, Aji saka memiliki niat agar salah satu dari pengawalnya berdiam diri dan menjaga keris dari Aji Saka, rencana tersebut disetui sehingga sembadra tetap tinggal dikawasan hutan dengan syarat, keris akan diambil oleh Aji Saka sendiri selain Aji Saka yang meminta jangan pernah diberikan. Sembadrapun mematuhi titah dari tuannya. setelah lama dalam perjalanan ditemukanlah nagari yang keadaannya sepi sunyi. hal ini dikarenakan para penduduk di sana mati satu persatu karena dimakan oleh raksasa yang bernama Prabu Dewatacengkar, setelah di telusuri ternyata benar nagari yang sepi tersebut adalah tempat tujuan dari Aji Saka.

aji saka melawan raksasa dengan cara yang cerdik, yakni memancing Prabu Dewatacengkar dengan menyerahkan diri untuk dimakan. akan tetapi, sebelum meninggal Aji Saka meminta sebuah permintaan yakni Sebidang tanah seluas sorban Aji Saka. Dan Prabu Dewatacengkarpun tertawa dengan bangga karena melihat permintaan aneh dari Aji Saka dan ia pun menyetujuinya.

Setelah dibentangkan di tanah, toba-tiba sorban yang kecil berubah menjadi lebar dan semakin lebar, tercenganglah si Prabu Dewatacengkar dan terkibaslah ia ke laut dan wujud Prabu Dewatacengkar berubah menjadi buaya putih.

Aji Saka berhasil mengalahkan Raksasa Prabu Dewatacengkar dan diberi ganjaran wilayah Medhangkamulan menjadi milik Aji Saka. Setelah berhasil, Aji Saka teringat akan pengawalnya Sembadra yang menjaga keris di hutan, dan diperintahkanlah Dora untuk mengambil keris.

Lama tidak kembali akhirnya Aji Saka datang ke Hutan, dan ternyata Dora dan Sembadra telah menginggal karena masing-masing pengawal mempertahankan apa yang diamanahkan oleh Aji Saka yaitu,Dora tidak boleh kembali ke Medhangkamulan selagi tidak membawa keris. maka, terjadilah perkelahian hingga mereka berdua meninggal. dan muncullah huruf atau Aksara Jawa. ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar